“Kemarin” merupakan salah satu lagu paling menyentuh hati dari band Seventeen. Lagu ini dirilis sebelum tragedi tsunami Selat Sunda 2018 yang menimpa band tersebut dan merenggut nyawa beberapa personelnya. Setelah kejadian itu, makna lagu ini terasa semakin dalam dan mengharukan, terutama karena liriknya seakan menjadi pesan terakhir yang ditinggalkan.
Nuansa Musik
Dibalut dengan nuansa pop rock melankolis khas Seventeen, Kemarin menghadirkan alunan gitar yang lembut dan tempo yang pelan. Suara vokal Ifan yang penuh emosi membuat lagu ini sarat akan kesedihan. Aransemen musiknya sederhana, namun justru itulah yang memperkuat kekuatan emosional lagu ini.
Makna Lirik
Lirik Kemarin menggambarkan perasaan kehilangan seseorang yang sangat dicintai:
-
Kesedihan mendalam. Lagu ini menceritakan rasa sakit ketika orang yang disayangi pergi untuk selamanya.
-
Kenangan yang tersisa. Setiap bait mengingatkan pendengar akan kenangan indah yang kini hanya bisa dikenang, bukan diulang.
-
Rasa tidak percaya. Ada nuansa penolakan dan kesulitan menerima kenyataan pahit bahwa seseorang benar-benar telah pergi.
Resonansi dengan Pendengar
Bagi banyak orang, Kemarin menjadi lagu penghibur sekaligus pengingat akan perasaan kehilangan yang pernah dialami. Setelah tragedi yang menimpa Seventeen, lagu ini semakin sering dikaitkan dengan kepergian para personel band, sehingga membuatnya begitu emosional dan abadi di hati penggemar.
Popularitas dan Pengaruh
“Kemarin” sukses menjadi salah satu lagu paling ikonik dari Seventeen. Lagu ini sering dinyanyikan ulang oleh banyak penyanyi dan kerap diputar dalam momen-momen duka. Bagi penggemar, Kemarin bukan hanya lagu, melainkan simbol kekuatan untuk menghadapi kehilangan.
Kesimpulan
“Kemarin” dari Seventeen adalah lagu yang menyayat hati karena mengangkat tema kehilangan, kenangan, dan kesedihan mendalam. Dengan melodi yang sendu dan lirik penuh makna, lagu ini bukan hanya karya musik, tetapi juga menjadi pengingat betapa berharganya orang-orang tercinta dalam hidup kita.